Category Archives: Kazakhstan

Almaty, Kazakhstan (part 2)

Standard

Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan tentang perjalanan saya dan Aldy dari Jakarta-Abu Dhabi-Almaty-Abu Dhabi-Jakarta yang kami lakukan selama hampir 1 minggu untuk menghadiri conference KazGeo 2012 dan mempresentasikan poster ilmiah kami masing-masing pada acara tersebut.

26 Oktober 2012. Kami berangkat menuju Abu Dhabi pukul 18.45 waktu Jakarta menggunakan pesawat Etihad. Setelah sekitar 8 jam kurang lebih, kami akhirnya tiba di bandara Abu Dhabi. Bandaranya kaya mall hihi, banyak yang bisa dilihat-lihat, alhamdulillah transit 10 jam lebih nya di bandara Abu Dhabi ini 🙂

27 Oktober 2012.

522874_4804662364651_1634534297_n

Setelah hampir 10 jam kami menunggu, pagi pun datang. Mumpung terang dan pesawatnya keliatan, foto dulu yaaa… Apakah teman-teman melihat bangunan unik yang jauh di sana? Tidak begitu jelas ya? Itu adalah menara bandaranya Abu Dhabi 😀

Hampir pukul 10 waktu Abu Dhabi kami sudah siap untuk naik pesawat menuju ke Almaty. Jujur saya merasa sedih waktu itu, saya tidak mengerti orang-orang di sekeliling saya ini bicara dalam bahasa apa, jadi merasa asing dan tidak nyaman (kemudian saya tahu dari pramugari di pesawat bahwa mereka berbicara dalam bahasa Rusia). Selama penerbangan Abu Dhabi-Almaty selama 4 jam pun saya tetap merasa sedih, saya merasa bahwa orang-orang Kazakhstan ini tidak bersikap baik kepada wisatawan, walaupun makan siang dalam perjalanan Abu Dhabi-Almaty jauh lebih enak daripada makan malam dalam penerbangan Jakarta-Almaty hehe.

Pukul 4 sore waktu Almaty, kami sampai di bandara kota ini. Bandara nya tidak besar. Kami langsung menuju ke bagian imigrasi bandara, untuk mengurus visa kami. Bapak yang melayani kami pun tidak ramah. Akhirnya setelah satu jam saya mendapatkan visa saya, karena visa ini terhitung visa bisnis, bukan visa turis, maka saya harus membayar US$ 95/ visa. Keluar dari bandara, kami disambut oleh para supir taksi yang berebut penumpang, sama halnya seperti di Indonesia, tapi para supir taksi ini ramah banget. Akhirnya kami memilih salah satu supir taksi yang memberikan tarif US$25 (belakangan kami menyadari kalau tarifnya kemahalan, tapi tidak apa-apa deh, yang penting cepet sampai di hotel 😀 supir taksi pun membawakan koper saya menuju mobilnya, dan ternyata mobilnya mercy!! Woooooow.

Selama dalam perjalanan kami mencoba mengobrol dengan bapak supir taksi, akan tetapi tampaknya dia tidak bisa berbahasa Inggris, hanya bisa menawarkan tarif dalam bahasa Inggris saja. Jalanan kota Almaty di Sabtu sore sepi sekali, mobil-mobil mahal (jarang ditemukan mobil-mobil masyarakat kebanyakan seperti di Indonesia) melaju dengan kecepatan tinggi, seperti Schummacher. Kota yang rapi, pemandangan yang cantik, daun-daun berguguran, udara yang dingin, pegunungan salju di sekeliling kota, assalamualaikum Almaty, be nice to me yaa….

Kira-kira 45 menit lamanya, akhirnya kami sampai di hotel tujuan kami, Hotel Rixos. Setelah check in selesai, kami segera menuju ke kamar kami masing-masing, mandi, kemudian tidur cepat. Saya sempat terbangun pada malam hari, untuk melihat pemandangan kota dari balik jendela kamar hotel. Ramai sekali di malam minggu ini, orang-orang keluar dari rumah, berjalan kaki bersama pasangan atau keluarganya. Sayang sekali kami tidak bisa ikut menikmati malam minggu di Almaty ini, kami berdua masih terlalu lelah setelah menempuh 20 jam perjalanan lebih  (termasuk transit).

28 Oktober 2012. Bangun pagi di minggu pagi yang dingin, mandi, sarapan, hari ini kita akan jalan-jalan di Almaty. Sepi banget kota Almaty ini, berbekal peta dari hotel, kami pun mengunjungi beberapa taman kota yang cantik dan gedung-gedung dengan arsitektur yang khas. Foto-foto mumpung sepi dan tak lupa menukarkan uang US$ kami menjadi mata uang setempat, TEHRE (baca: Tenge, 1 TR= Rp 65,-). Kemudian kami ingin sekali masuk ke toko-toko untuk melihat-lihat, akan tetapi tokonya banyak yang tutup di hari Minggu. Maka kami putuskan untuk pergi ke Lembang nya Almaty, yaitu Kok Tobe Hills. Yeay!

Untuk sampai di Kok Tobe Hills, kita bisa naik mobil pribadi melewati jalan yang berliku-liku atau naik kereta gantung dari Jalan Dostyk, seharga 2000 TR (tiket pp).

Pandangan saya mengenai orang Almaty berubah pada hari ini, mereka ternyata sangat baik sekali kepada kami. Orang pertama yang kami temui, mau bersusah payah menjelaskan dengan bahasa campur-campur kepada kami, menunjukkan di manakah letak Jalan Dostyk ini. Kemudia tiba-tiba lewatlah seorang penduduk lagi yang bahasa Inggrisnya bagus, dia langsung menghampiri kami dan menerjemahkan apa yang diucapkan oleh orang pertama. Padahal mereka  berdua pun tidak saling mengenal.

Jalan Dostyk sudah kami temukan, akan tetapi stasiun kereta gantung belum juga terlihat, maka kami pun bertanya sekali lagi kepada seorang Ibu yang sedang menemani anaknya bermain di taman kota. Ibu ini bahasa Inggrisnya cukup bagus, karena semasa sekolah dulu dia pernah ikut program pertukaran pelajar. Dari taman kota, dia mengajak anaknya ikut serta, mengantarkan kami sampai di depan stasiun kereta gantung. Baik banget yaampun padahal jarak taman kota dan stasiun kereta gantung lumayan jauh.

409211_4804672244898_485187344_n

crossroad in front of our hotel

431733_4804695685484_8441806_n

cable car station @ Kok Tobe

229956_4804690805362_1675034837_n

@ Kok Tobe with Aldy

599130_4804720446103_983454947_n

I’m with the icon of Almaty city, apple. Almaty berasal dari suatu kata yang artinya adalah apel. Icon kota Almaty ini terdapat di Kok Tobe Hills.

Di Kok Tobe kita dapat melihat pemandangan kota Almaty, pemandangan pegunungan salju yang mengelilingi kota Almaty (akan tetapi pegunungan salju nya tidak jelas terlihat ketika kami di sana), kebun binatang mini, pasar souvenir, taman bermain, dan tempat makan dengan pemandangan kota (seperti di Dago Pakar).

Rencananya setelah dari Kok Tobe ini kami akan megunjungi Republic Square atau Medeo, hmmm Republic Square ini seperti alun-alun kota atau semacamnya, sedangkan medeo adalah outdoor ice skating ring yang sangat luas, akan tetapi kaki ini rasanya sudah tidak sanggup lagi berjalan #lebay, jadi kami memutuskan untuk pulang ke hotel dan istirahat. Jalan-jalan dilanjutkan besok lagi.

29 Oktober 2012. Bangun agak siang, sarapan mepet, dan baru keluar dari hotel di siang hari. Hari ini kami akan jalan-jalan di sekitar Jalan Tole Bi, karena di sepanjang jalan tersebut terdapat sebuah mall dan supermarket (Silk Way City), taman kota lagi, dan bangunan-bangunan dengan arsitektur yang khas. Hari ini adalah hari senin, yang mengagetkan pada hari ini, jalanan Almaty ini tidak seperti seperti 2 hari kemarin, ramai seperti di Bandung, akan tetapi jalanannya bagus, tidak berlubang-lubang. Lagipula kami tidak menemukan motor di kota ini. Nyaman sekali. Jadi menurut saya, orang-orang Almaty ini benar-benar beristirahat di rumah atau hanya sekedar pergi ke taman kota terdekat untuk menghabiskan weekendnya, sehingga jalanan pada saat weekend sangatlah sepi.

559598_4820717966031_400832218_n

Crossroad between Tole Bi street and Seifulina Street (Hotel Rixos is located on Seifulina Street)

602465_4804751526880_217372_n

One of beautiful architecture building on Tole Bi Street

154284_4804754326950_1503568885_n

An university on Tole Bi street

229853_4804756327000_2072143118_n

Taman kota di Jalan Tole Bi

30 Oktober 2012. Pada hari ini kami akan mempresentasikan poster kami, jadi jalan-jalan baru dapat dilanjutkan pada malam hari, setelah kami selesai presentasi poster kami masing-masing.

292699_4820728086284_1760441608_n

Welcome to KazGeo 2012 conference

197141_4820730046333_794196976_n

Aldy is listening to the paper presenter in conference via headphones

222412_4820725166211_406416688_n

Booth Statoil, Exhibition KazGeo 2012

521819_4820732246388_1314623637_n

I’m with our new friends from Iran, posed in front of my poster

156478_4820733886429_931344426_n

Aldy with Peter Verweij (supervisor of EAGE conferences for Europe Region) posed in front of Aldy’s poster

530685_4820730806352_1002614548_n

Aldy with our new friend from India

Setelah presentasi selesai, kami pergi untuk jalan-jalan malam hari di Almaty untuk pertama kalinya. Kami berencana akan menuju Silk Way City, membeli beberapa kebutuhan di supermarket, membeli oleh-oleh di toko souvenir, dan membeli makan malam, sambil foto-foto.

404292_4804761927140_1155734953_n

Hotel Rixos di malam hari

557776_4804765367226_1450581900_n

Jalan kota di malam hari

521837_4804766127245_1980254670_n

Silk Way City di seberang jalan pada malam hari

31 Oktober 2012. Hari terakhir di Almaty, hiks. Pagi-pagi sekali kami sudah bangun, melihat pemandangan dari jendela kamar hotel dan jalan-jalan menikmati Kota Almaty untuk terakhir kalinya.

521633_4804768687309_635611296_n

Pegunungan salju yang terlihat dari jendela hotel

39287_4804770367351_283257566_n

Gerbang masuk hotel dan jalanan di depan hotel

560608_4804819128570_489866308_n

Panvilof Park (the biggest park in the city)

604159_4804820528605_290476875_n

Zenkov Cathedral, Orthodox Cathedral, Panfilov Park

404662_4804834648958_663637076_n

Gedung Teater Almaty

76634_4804784647708_824652650_n

Salah satu gedung kantor di Almaty

253159_4804838049043_1771619341_n

Pasar bunga Almaty

Kemudian kami akan melanjutkan perjalanan menuju Great Mosque of Almaty akan tetapi tidak jadi, karena waktunya tidak memungkinkan, karena kami harus kembali lagi ke Kok Tobe Hills untuk mebeli oleh-oleh di pasar souvenir di Kok Tobe, sebab kami tidak menemukan toko souvenir di kota.

396251_4804857449528_1158013789_n

In the cable car, to Kok Tobe Hills

12742_4804861369626_157079569_n

Super cute kid in cable car :3

602584_4804847289274_114336170_n

Pegunungan salju yang terlihat cukup jelas pada hari tersebut

Tepat pukul 2 siang waktu setempat, kami check out dan meninggalkan hotel, menuju bandara. Kami akan kembali ke Jakarta melalui Abu Dhabi, dengan penerbangan Etihad lagi. Pesawat akan berangkat dari Almaty pukul 5 sore waktu setempat, sampai di Abu Dhabi transit selama 5 jam, dan kemudian tiba di Indonesia pada tanggal 1 November 2012, pukul 16.00.

Almaty, Kazakhstan (part 1)

Standard

Kazakhstan. Tidak pernah terpikir sama sekali untuk menginjakkan kaki di negara ini. Kenapa? Jauh banget, aman ga ya negara pecahan soviet ini, kedubesnya ada atau ga di Indonesia? Apalagi?

Sampai pada suatu hari, saya melihat di web EAGE (European Association of Geoscientist and Engineering) ada call for paper untuk acara KazGeo 2012 di Almaty, Kazakhstan, 29-31 Oktober. Note! Buat yang ingin publish paper and go internatonal, you can check EAGE website for more information. There are a lot of events, you can submit your paper to the event which has suitable topics with your paper. Karena menurut saya, tidak terlalu susah sepertinya kesempatan bagi mahasiswa untuk bisa presentasi di conference-conference EAGE ini, lumayan kan nambah-nambah panjang CV hehe.

Iseng-iseng saya submit paper dari tugas referat Inggris saya. Mata kuliah referat ini seperti simulasi seminar yang ditonton oleh dosen-dosen dan teman-teman geologi 2009. Lamaaaa banget tidak ada kabar dari panitia, bahkan saya sampai lupa kalau saya submit paper ke acara ini. Tiba-tiba di pertengahan bulan Agustus, saya mendapat email dari panitia KazGeo 2012 yang menyatakan bahwa paper saya diterima dan paper yang akan dipresentasikan dalam bentuk poster ini mendapat jadwal presentasi tanggal 30 Oktober. Yeay!

Senang dan semangat banget mencari-cari informasi ini-itu tentang Almaty. Tak lupa mulai meminta sponsor pertama kali kepada panitia acara hehe, alhamdulillah mereka bersedia menanggung biaya penginapan selama kami berada di Kazakhstan.

Urusan penginapan selesai, saya dan Aldy (yang papernya ditterima juga di KazGeo 2012) mencari-cari harga tiket Jakarta-Almaty. Dan woooow mahal banget, 20 jutaan! Hmmm jadi berangkat ga ya ini…….

Akan tetapi kita tetap bersemangat dan berusaha, urusan uang 20 jutaan dipending dulu, sekarang utamakan visa. Karena kalau ada uang, tidak ada visa sama saja bohong kan hehe. Maka kami berdua pun mencari-cari info tentang Kedubes Kazakhstan di Indonesia, ada di mana ya? Dan hasil pencarian mengatakan bahwa kedubes Kazakhstan tidak ada di Indonesia. Whaaaat?! Belakangan kami mengetahui bahwa sebenarnya Kazakhstan baru saja membuka kedubes di Jakarta, akan tetapi karena masih baru, kedubes ini belum bisa melayani pengurusan visa, kalau mau mengurus harus ke Malaysia. Yakali deh…..

Kami pun terus mencari cara, sampai akhirnya kami menemukan link yang katanya menyediakan jasa pengurusan visa ke Kazakhstan. Alhamdulillah….. Kami pun segera mengirim email kepada mereka. Akan tetapi, singkat cerita, mereka tidak bisa membatu kami. Hiks.

Di tengah kebuntuan akan visa, tiba-tiba kami teringat lagi akan uang 20jutaan untuk tiket pesawat, harus mencari di mana ya kami? Karena itulah, di tengah-tengah tumpukan tugas-tugas kuliah, UTS, dan poster dari paper kami yang belum dibuat sama sekali, kami pun membuat proposal permohonan dana dan mengajukannya kepada BPMigas (sekarang namanya SKKMigas…) dan Chevron. Chevron langsung menolak, karena pengajuan proposal untuk acara semacam ini harus lebih dari 2 bulan sebelum keberangkatan, sementara ini sudah akhir September (sebulan lagi, akhir Oktober, kami akan berangkat). BPMIGAS pun tak ada kabar. Makin desperate…

Iseng-iseng banget suatu hari nge-googling apakah kedubes Indonesia ada atau tidak di Kazakhstan? Eeeh ternyata ada, ada email kontakya juga. Kami mengirim email mohon bantuan beserta semua persyaratan pengurusan visa kepada mereka dan mereka bersedia untuk membantu. Weird case, minta visa dari negara tujuan hahaha.

Tiket. Bagaimana ya ini tiket? Bingung. Maka kami pun bertanya kepada salah seorang dosen kami, yaitu Pak Erwin (terimakasih ya Pak 🙂 ) dan kami direkomendasikan untuk menghubungi Bu Ochie (orang travel langganannya Pak Erwin). Akan tetapi Bu Ochie juga bingung, karena belum pernah melayani klien dengan tujuan penerbangan ke Almaty. Dang!

Yayaya tanggal 28 Oktober (tanggal rencana keberangkatan) comes closer, posternya dulu deh dibikin. Walaupun belum tentu berangkat yaaa dibikin dulu aja, siapa tahu berangkat. Tapi ini dalam hati sudah ikhlas banget tidak jadi berangkat. Terlebih, visa dari kedubes Indonesia di Kazakhstan pun tidak dikirim-kirim.

10 hari sebelum tanggal 28 Oktober. Ada email masuk. Dan taraaaa….. email dari kedubes Indonesia dengan attach surat pengantar visa dalam 3 bahasa (Indonesia, Inggris, dan Rusia) untuk ditukar dengan visa on arrival sesampainya kami di bandara Almaty nanti. Alhamdulillah, ayo lah semangat mencari tiket dan menyelesaikan poster 🙂

1 minggu sebelum tanggal 28, Bu Ochie mengabarkan bahwa beliau menemukan tiket dengan harga murah untuk keberangkatan ke Almaty, akan tetapi kami harus berangkat tanggal 26 Oktober dan transit di Abu Dhabi selama 10 jam. Yasudahlah, penginapan kan ditanggung oleh panitia dan resiko pertransitan ini kuterima demi Almaty hehe. Kami pun segera membeli tiket di Bu Ochie dengan menggunakan uang pribadi (mau bagaimana lagi, tidak ada sponsor, terimakasih banyak Mama dan Ayah, I love youuu)

2 hari sebelum tanggal keberangkatan baru (26 Oktober), poster sudah diprint yeay! Kemudia tiba-tiba saya dihubungi oleh Pak Lolo (orang BPMigas), kami diminta untuk mengirimkan surat dari fakultas kepada BPMigas agar dana bantuan (reimbursed) bisa segera diurus. Alhamdulillah ya Allah untuk semua akhir yang indah ini. Terimakasih juga untuk mama dan ayah.

Akhirnya….

Pada tanggal 26 Oktober 2012, saya dan Aldy, diantar oleh kedua orang tua masing-masing ke Bandara Soekarno-Hatta untuk berangkat menuju Almaty, Kazakhstan dengan pesawat Etihad yang berangkat pada  pukul 18.45.

Loh kok ga ada cerita tentang Kazakhstan nya? Sabar sabar, tunggu cerita selanjutnya yaa 😉