London: Day 1

Standard

Bonjour! Seperti janji saya (gatau janji dari kapan hehe), dalam postingan kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya selama di London yeayness! This place is super duper highly recommended to be visited. Tapi karena panjaaaang banget, jadi kayanya saya mau ceritanya per hari, dimulai dari hari pertama…….

8 Juni 2013

Saya dan partner jalan saya (Aldy) berangkat dari Jakarta dengan penerbangan dini hari Emirates. Secara keseluruhan Emirates is better than Etihad, except for the hospitality of the stewardess, in my opinion ūüėĬ†Setelah 7 jam terbang dari Jakarta, akhirnya kami sampai di Dubai. Kami transit di Dubai selama beberapa jam, bandaranya gedeeeee dan banyak stores¬†buat diliat-liat jadi ga bosen lama-lama transit di sini.

Kemudian, kami terbang selama kurang lebih 7 jam lagi, dan kira-kira pukul 12 siang (GMT+1), saya dan Aldy mendarat di LHR, London. Setelah selesai dengan urusan imigrasi (petugas imigrasi saya baik banget, dia banyak cerita tapi tidak semua ceritanya saya mengerti karena aksen british nya ūüėÄ sedangkan petugas imigrasi Aldy agak-agak nyebelin, semua hal ditanyain, lamaaa banget interogasinya).

Kami meninggalkan bandara LHR menuju Stasiun Colindale yang ternyata lumayan jauh, dengan sambung menyambung rute line underground  dan juga bis (karena pada saat weekend, beberapa route line underground under maintenance, tetapi tenang saja petugasnya bertanggungjawab dan helpful banget). Sebelum naik underground, kami membeli oyster card dulu di stasiun underground LHR. Kalau budget teman-teman berlebih, bisa coba naik Heathrow Express dari bandara, karena sangat menghemat waktu.

IMG_3180

Oyster Card

Singkat cerita, dengan berbekal underground map dari petugas di stasiun underground LHR dan bertanya-tanya kepada penduduk-penduduk London yang ternyata sangat baik, akhirnya kami sampai di Stasiun Colindale.

IMG_414340301516

di depan Stasiun Colindale

Kemudian, kami segera menuju ke Wisma Indonesia di New Way Road (rate nya lumayan terjangkau, 20 pound/night, banyak tourist dari Indonesia yang menginap disini). Jalan kaki dari stasiun ke wisma sebetulnya lumayan jauh, tapi karena udaranya dingin, jalannya bareng-bareng, dan pemandangannya bagus di sepanjang jalan (taman bermain dan perumahan), tak apalah sekalian olahraga kan hehe.

Pemilik Wisma Indonesia adalah pasangan suami-istri Indonesia yang sudah lama menetap di London, Bu Usya dan Pak Daus. Wisma Indonesia sendiri dijaga oleh 2 orang mas-mas asal Indonesia juga, Mas Di dan Mas Supri. Fasilitas yang didapat adalah sarapan pagi khas Indonesia dan sebuah tempat tidur (kamarnya sharing, tentunya cewe dengan cewe dan cowo dengan cowo, kalo keluarga bisa minta 1 kamar khusus untuk sekeluarga). Kamar mandi nya juga sharing, 3 kamar mandi untuk semua. Juga, ada Indomie, teh, kopi sepuasnya yang bisa dibuat sendiri di dapur. Sebetulnya, Wisma Indonesia juga menyediakan fasilitas antar-mengantar (bandara-wisma atau jalan-jalan), tapi ada biaya tambahan untuk fasilitas ini.

IMG_352737915041

Wisma Indonesia

IMG_3181 IMG_3183

Kamar di Wisma Indonesia *maafin waktu foto tempat tidur nya belum dirapiin* ūüėÄ

Sesampainya di wisma, kami bersih-bersih dan istirahat sebentar, setelah itu kami stroll around, ingin tahu bagaimana malam minggu di kota London. Tujuan kami saat itu adalah Stasiun Charring Cross, untuk menuju ke Trafalgar Square dan sekitarnya.

IMG_1738532318123

public telephone yang London bangeeeet

IMG_684254638674

Trafalgar Square

Trafalgar Square ini terletak¬†di depan¬†National Gallery. Masuk ke National Gallery¬†gratuit¬†alias gratis loh, sayangnya ketika kami kesana National Gallery nya sudah tutup hiks…

IMG_831095916751

di depan National Gallery

Kemudian kami lanjut berjalan kaki menuju ke Picadilly Circus (di foto hari ini, si circus nya malah ga kefoto tapi tenang fotonya ada di postingan selanjutnya yaa, karena di hari kedua kami kembali lagi ke sini hehe)¬†dan¬†Ripley’s Museum yang letaknya dekat banget sama Picadilly Circus.

IMG_851169891360

di sekitar Picadilly Circus

IMG_861264678958

Ripley’s (Believe It or Not) Museum

Perjalanan hari ini pun berakhir di sekitar Soho Square karena waktu telah menunjukkan pukul 11 malam, jalanan semakin ramai (ramaiiii banget-bangetan pejalan kaki), banyak orang-orang yang drunk dan saya pun mulai mengantuk. Sebelum pulang kami membeli makan dulu fish n chips seharga 5 pound a un restaurant di Soho Square  (tapi not recommended sih ini fish n chips nya karena kurang enak menurut saya).

Ketika kami di London, langit London mulai gelap jam 10-11 malam, jadi penduduk yang sedang bermain di taman, bermain hingga cukup larut. Mereka akan pulang ke rumah ketika langit sudah gelap.

IMG_3187

taman di dekat Wisma Indonesia

IMG_3189

perumahan di sekitar Wisma Indonesia

Sekian dulu cerita London nya, besok-besok lanjut lagi dengan hari-hari berikutnya. Au revoir!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s