IELTS

Standard

Hola semuaaa! Pada kesempatan ini saya ingin bercerita soal IELTS (International English Languange Test System). IELTS ini semacam TOEFL, yang mana pengurusannya di Indonesia di bawah IDP (Pondok Indah), IALF (Kuningan), dan British Council (BEJ Tower 2). Maksudnya buat penyelenggaraan tes nya ya ini, kalau untuk les bisa di mana saja kok hihi. Waktu tesnya juga tidak sembarangan, ada jadwalnya tersendiri (bisa dicek di web IELTS Indonesia), biayanya tergantung pada kurs IDR terhadap GBP.

Sistem penilaiannya dilihat dari 4 kategori : listening, reading, writing, dan speaking. Range nilainya antara 0-9. Ada 2 tipe test: general dan academic. General untuk keperluan bekerja dan sepertinya permanent residence. Kalau academic, untuk keperluan sekolah. Requirement for master program abroad berbeda-beda di tiap negara, universitas, bahkan jurusan, ada yang overall score 6, 6.5, atau bahkan 7. Kalau requirement untuk undergraduate program: overall score 5.5.

Ini adalah cerita pengalaman saya mengikuti IELTS Preparation Course di IALF dan taking IELTS test di British Council……..

1. IELTS Preparation Course @ IALF

Pertengahan Desember 2013, tiba-tiba terlintas di benak saya untuk ikut IELTS Preparation Course. Dimana? Pertama, saya coba untuk menghubungi TBI. TBI provides 3 weeks course, akan tetapi kelas akan berjalan apabila kuotanya memenuhi. Nah ini ni yang bisa-bisa bikin rencana les batal, maka saya putuskan untuk mencari tempat lain. Dimanakah? Kaplan? IDP? IALF? Karena kebetulan ada 2 orang teman saya yang memiliki pengalaman les di IALF maka saya putuskan untuk melihat-lihat web IALF. Saya tertarik dengan program kursus 2 minggu. Kemudian saya pun menghubungi IALF untuk menanyakan perihal jadwal les.

Dari situ saya tahu bahwa untuk les yang mulai awal Januari sudah fully booked. Saya baru bisa ikut jadwal les yang mulai 20 Januari 2014. Namun sebelumnya, saya harus terlebih dulu ikut placement test untuk tahu apakah saya memenuhi requirement untuk kelas tersebut. Maka saya pun membaca-baca sebentar buku les TOEFL PBT yang pernah saya ikuti sebelumnya, dan segera mengikuti placement test di IALF Menara Kuningan karena takut tempatnya akan full lagi. Alhamdulillah saya meet the requirement (udah berasa kaya test IELTS aja haha).

20 Januari 2014, hari pertama les IELTS. Les dimulai pukul 09.00, sekelas ada 18 orang. Kebanyakan adalah orang-orang yang mau melanjutkan studi S2 abroad, ada juga yang mau S3, yang iseng mengisi liburan (keren banget deh ini), yang persiapan buat exchange, dan yang mau dapet permanent residence dari Australia. Sesi 1 berlangsung dari 09.00-12.00 bersama Alex dan sesi 2 berlangsung dari 13.00-15.30 bersama Tanya, setiap hari dari Senin sampai Jumat.

Lesnya menyenangkan, apalagi kelas pagi bersama Alex. Tetapi PRnya banyak sekaliiiiiiii, maklumlah kelas super ngebut hehe. Teman-temannya pun seru, kelas dan library nya pun oke. Selama les, banyak-banyaklah fotocopy buku-buku IELTS dari library untuk latihan menjelang test, juga mengcopy CD-CD. Sayangnya saya harus bolos les 3 hari karena keperluan tes kerja (Halliburton Selection Test), dan saya pun ketinggalan banyak sekali peajaran. Setengah hidup deh mengejarnya, huft!

Di kelas, kami terus menerus latihan listening, reading, speaking, writing, tetapi metodenya menyenangkan, tidak membosankan. Dan setiap akhir minggu, kami ada simulasi test untuk mengukur kemampuan kami sudah sejauh mana. Sayangnya, kelas berakhir dengan sangat cepat. 30 Januari 2014 adalah hari terakhir kami les di IALF. Untuk itu, kami pun menyempatkan diri untuk foto-foto bersama, bersama Alex juga tentunya.

1391076391093

Di depan meja resepsionis IALF. from the left to the right : Raihan, Ical, Amel, Mike, Mazaya, Mbak Kutsar, Sabi, Mbak Devi, Alex, Flory, Dilla, Pak Dedi, Herman (moins Resa, Irvai, Reva, Tiara)

Dan kami pun makan-makan farewell dulu sepulang dari les, di Pizza e Birra Setiabudi One yang mana tinggal ngesot saja dari tempat les kami.

1391084921071

Bersama para cecewe.

1391084884909

Niatnya sih fish eye style, tapi agaknya failed hehe.

 

2. IELTS Test @ British Council

Saya memutuskan untuk mengikuti test IELTS di British Council (dengan mendaftar melalui TBI, kena biaya administrasi sebesar 50ribu rupiah). Kenapa saya tidak test di IALF? Karena test di IALF cepat sekali fullnya. Belum lagi belakangan saya mendapat info bahwa teman-teman les IALF saya yang tes di IALF hanya mendapatkan poin 5.5 di writing test.

22 Februari 2014. Untuk tesnya saya kebagian di Universitas Paramadina, Energy Building, SCBD. Tempatnya lumayan nyaman dan pelaksanaan testnya bagus. Masuk ke ruangan tes, kami hanya boleh membawa passport/ktp. Alat tulis, tissue, minum semuanya disediakan oleh pihak British Council.

Sebelum tes dimulai, kita terlebih dahulu antri untuk foto. Kemudian kurang lebih pukul 9 tes pun dimulai. Pertama-tama listening, lanjut reading, dan terakhir writing. Pukul 12.00 kami keluar dari ruangan. Karena tiap orang jadwal test speakingnya berbeda-beda. Saya kebagian jadwal speaking jam 5 sore huft! Capeeee banget nungguinnya. Untungnya di lantai bawah Energy Building ada tempat-tempat makannya, jadi saya menunggu sekitar 5 jam lebih di sana.

Jam setengah 5 saya sudah harus standby di dekat ruangan speaking, kemudian jam 5 kurang-kurang dikit saya masuk ke ruangan. Selama kurang lebih 15 menit saya ditest speaking bersama seorang bule cewe.

7 Maret 2014. Hari ini hasil tes IELTS keluar, bisa dicek online / diambil langsung di kantor British Council di BEJ Tower 2. Alhamdulillah walaupun tidak tinggi-tinggi amat, saya mendapat 6.5 dan tidak ada nilai yang di bawah 6 😀

Advertisements

52 responses »

  1. halo..tengks info di blognya! kebetulan sy lg cari info utk test di BC – UTC ini. salam kenal.
    Btw boleh tanya ga…bulenya aksen inggris ato amrik yah? hehe

  2. Salam. 🙂
    Saya Febri, baru berencana mendaftar untuk tes IELTS di Yogyakarta. Seorang tutor saya ernah bilang, ada kecenderungan yang berbeda jika tes IELTS di masing-masing IDP, IALF dan British Council. Beliau bilang, tes IELTS di British Council aksen di listeningnya British banget dan materi readingnya lebih ttg sains. Sedangkan tes IELTS di IDP dan IALF aksen di listeningnya tidak terlalu British (seperti Australia) dan materi readingnya lebih ttg sosial. Apa Mbak Shabrina pernah dengar kabar seperti itu dan apa benar memang begitu?
    Terima kasih. 🙂

    • Halo Febri 🙂
      Kebetulan di hari yang sama dengan saya test di British Council, ada salah seorang teman saya yang tes juga di IALF. Setelah tes, kami pernah mengobrol, ternyata soal test kami sama.
      Jadi, kalau soal reading sepertinya 100% sama, kalau untuk listeningnya saya kurang tau juga untuk masalah aksennya, apakah yang saya dengar berbeda dengan yang teman saya dengar 🙂
      Semoga membantu, good luck ya untuk testnya.

  3. Permisi 🙂
    Saya fira. Mau nanya, apakah les tersebut untuk semua usia?
    Trus, itu kan ada placement test nya dulu kalo mau ikut les nya. Kalo bahasa inggris nya buruk sekali bagaimana ya? Apakah masih bisa ikut? Ada batas nilai ga buat masuk kesana? Mohon info yaa, terimakasih 😀

    • Halo fira, salam kenal…
      Sepertinya boleh untuk semua usia, akan tetapi (kalau menurut saya) akan lebih baik apabila memang memiliki keinginan untuk test IELTS, tidak lama setelah les selesai (mumpung masih inget hehe).
      Hmmm sebaiknya baca2 buku grammar dulu sebelum placement test, supaya jadi lebih pede pas mengerjakan 😀 karena ada batas maksimal salah (sayangnya saya lupa berapa) ketika mengerjakan placement test, apabila salahnya lebih banyak, saya kurang tau jadinya bagaimana. Tapi insha Allah bisa lolos kok 😉 semangaaat!

      • Bantu jawab , minimal menjawab benar sebanyak 29 soal , kalo kurang dari itu tidak boleh mengikuti les di IALF.

  4. halo saya william .
    saya ingin bertanya .
    – berapa rentang/interval nilai IELTS?
    – berapa lama sebelum test IELTS sebaiknya saya mengikuti les preparation ??
    – menjawab soalnya menggunakan ljk gitu atau gmn ya ?
    – berapa lama hasilnya keluar ?
    terima kasih , maaf merepotkan

    • halo william, salam kenal…
      1. rentang nilai IELTS : 0-9.0
      2. sebaiknya les selesai sekitar 2-3 minggu sebelum kamu tes
      jadi setelah les berakhir, kamu bisa baca2 tips dari buku ielts (kalau saya suka sama buku “IELTS SUCCESS FORMULA” & latihan2 juga di rumah (kalau saya pakai buku “IELTS CAMBRIDGE 8“, “IETS CAMBRIDGE 6” & “IELTS TRAINER“) buat membiasakan diri mengerjakan soal2 IELTS & mengukur kemampuan kamu
      3. nanti kamu dikasih lembar jawab khusus untuk menulis, bukan dibulat2 hitam dengan pensil 2B (nanti di tempat les akan dikasih contohnya kok hehe)
      4. hasilnya keluar sekitar 2 minggu. Jadi kamu tes hari sabtu, maka hari jumat 2 minggu kemudian (setelah jam istirahat makan siang) hasilnya sudah bisa diambil / dicek di web
      Semoga membantu 🙂

  5. Siang Kak. Saya Rere. Saya ada rencana mau ikut les sekaligus tes IELTS. Saya mau tanya, kira-kira berapa rupiah biaya les di IALF sama tes di British Council? Terima kasih, Kak.

    • Halo rere 🙂
      Waktu itu aku les di IALF sekitar 3.5 juta kalo ga salah. Bisa km liat info detilnya di web IALF, ada informasi soal biaya nya juga disana.
      Biaya tes nya kalo dirupiahin sekitar 2 jutaan.
      Semoga membantu ya Rere. Good luck buat tes IELTS nya!

  6. hallo… saya Lisa
    mau tanya ni.. saya punya buku hibah dari kakak saya, IELTS SUCCESS FORMULA stephen slater & simone braveman, tapi CD nya patah.. kira2 beli dimana ya CD nya?

    • Halo Lisa!
      Waah aku juga kurang tau beli CD nya dimana. Tapi aku pernah liat Kinokuniya jual beberapa buku IELTS, mungkin bisa ditanya apa mereka jual CD nya aja ga 🙂

  7. Blog yang bagus dan terimakasih udah di share ya…
    saya juga ada rencana untuk ambil kesempatan beasiswa S2 luar negeri dikantor saya tapi saya tidak PD dengan kualitas inggris saya..saya memutuskan untuk ambil les di IALF
    Mohon info, apakah saya bisa ambil les dari tingkat paling bawah karena saya merasa jelek sekali inggrisnya dan mohon info juga biaya nya..terimakasih teman2

    • halo kak , aku bantu jawab ya hehe . sebenernya basic why you should study english well is because english is one of the most common language that used in almost all over the world! hehe jadi kita orang indonesia mmg jrg punya dasar english yang bagus kalo belom les . jadi saran aku sih kenapa harus ga pede . aku bru lulus sma di medan dan dapat beasiswa di amerika for undergraduate degree nih 🙂 jadi kalo masih ad waktu 1 taun sih , kalo aku pribadi ya . stegah taun aku pake buat private full buat ngajar dari awal trus 6 bulannya lagi aku focus on my ielts! 😀 i hope it works . english ku sama sekali worse 1 tahun lalu . asal ad niat pasti bisa!!! cia you

  8. kak sabrina dulu ambil ielts tujuannya buat apa ya kak? aku pengen banget ikut seleksi beasiswa s2 keluar negeri kak, tapi masih bingung nyiapin ini itu nya. sebenernya aku pengen les ielts, tapi lebih urgent toefl dulu, soalnya buat syarat lulus kuliah harus lulus toefl. antara ielts sama toefl beda banget gak sih kak?
    oiya terus yang web idp.com itu, khusus siswa apa umum ya kak? kalo tau aja sih hehe

    • Halo gaby!
      Dulu aku les & tes ielts karena abis lulus s1 aku bingung mau kerja apa mau lanjut s2. Jd aku siapin jg dokumen2 yg diperluin buat apply s2.
      Ini maksud km buat syarat lulus kuliah toefl paper based atau toefl internet based? Setau aku university2 (kecuali di UK) nerima toefl internet based juga. Jd buat s2, km bisa ga ambil ielts lagi kl hasil toefl internet based km udah comply with the requirements.
      Yg web idp.com yg mana ya? Hehe. Kl yg aku tau idp selain tempat kursus, bisa jd agent buat ngurus2in keberangkatan s2 jg.
      Semoga jawabanku membantu 🙂

  9. hai kak. mau tanya, bedanya british council, idp dan ialf itu apa yaa? hehe aku kurang paham. terus keuntungan kita belajar di british council emg bisa memudahkan kita biar bisa masuk PTN ya kak? itu kalo les gt dpt sertifikat kan ya? hehehe trims, mohon penjelasannya.

    • haloo 🙂
      British Council, IDP, IALF beda lembaga. (cmiiw) kalo British Council lembaga penyelenggara test IELTS, terus suka ngadain pameran pendidikan buat studi ke UK.
      Kalo IALF lembaga penyelenggara test & les IELTS. Kalo IDP lembaga penyelenggara test & les IELTS, sama bisa jadi agent buat ngurus-ngurus keberangkatan kalo mau study abroad.
      Hmmm aku belum pernah denger kalo soal “belajar di british council bisa memudahkan kita biar bisa masuk PTN” ini maksudnya PTN di Indonesia? Atau PTN di UK ya?
      Kayanya waktu aku selesai les di IALF ga dapet sertifikat hehe
      Semoga membantu ^^

    • Sedikit saya tambahin ya Putri + Shabrina. Ketiga lembaga pendidikan tersebut sama2 penyelenggara IELTS dan bisa menerbitkan sertifikat IELTS kalau kita test di sana. (bukan les terus dapat sertifikat; les hanya untuk membantu agar dapat menjawab soal2 test IELTSnya lebih baik/bagus sehingga skornya lebih tinggi.)

      – British Council (BC), sudah jelas kalau dari namanya milik UK. Saran saya kalau S2nya mau ke UK, testnya di BC aja. Di BC tidak ada lesnya.
      – IALF (Indonesia Australia Langauge Foundation). Biasanya employee/trainee dan awardee beasiswa ADS (Aussie), training/belajar Englishnya di sini
      – IDP (International Development Programm), basednya juga Aussie. Cmiiw. Biasanya IDP bisa membantu calon mahasiswa untuk mengurus dari mulai apply ke university sampai masalah akomodasi dgn univ terkait/partner mereka; hampir ke banyak negara. Kalau ga salah gratis alias free untuk jasa pengurusannya.

      Kalau sy pernah testnya di BC & IDP, so far lebih prefer di BC. Tapi ini single opinion saya sendiri doang lho ya… hehe. Kayanya sama dengan Shabrina 😀 hehe

      • oiya..tambahan lagi yg Putri tanyakan. Kalau skor IELTSnya tinggi ya memang jadi lebih mudah masuk S2 PTN atau univ di luar (yg mensyaratkan Ielts di req nya).

    • Halo 🙂
      hmmm aku kurang tau juga sih kalo soal rumor itu. Temenku ada yang pernah nyoba tes di semuanya (IDP, IALF, sama British Council), nilainya sama2 aja sih hehe.
      Btw, kalo aku dulu tes nya di British Council.

  10. hai kak, saya mau tanya, menurut kakak recommended ga ambil test di british council jakarta? karena kata teman saya examiner speakingnya kurang bersahabat. mohon sharing ya kaak

    • Halo!
      Hmm recommended kok test di British Council hehe. Kalo soal examiner, menurutku sih untung-untungan aja. Kebetulan waktu aku test, aku dapet examiner yang serius banget, tapi ga semua speaking examiner di British Council kaya gitu kok 🙂

  11. Hi,

    iya recommended kok untak take test di BC. Last month, I took IELTS test there. tapi resultnya masih mengecewakan, need a half band lagi buat pass the requirement from Uni nya. jadi, akan menjadwalkan test lagi next month or maybel two months later.

    writing – need latihan banget semua tipe untuk Task 1, mulai dari Line Graph, Table, Pie Chart., etc. yang paling penting sih bener2 manage waktu. I admitted sih kemaren keteteran banget sih pas writing, If only I could managed the time, then i would have got better score for writing.

    listening – bener-bener pasang kuping ya, maksudnya, never loose focus, kalau gak focus dikit aja, udah deh wassalam.

    reading – pay attention for the instruction. ada section yang cuma minta TRUE, FALSE, NOT GIVEN ada juga yang minta YES, NO, NOT GIVEN. jangan sampe ketuker ya

    speaking – relax. itu hal yang utama. and manage your nervousness …

    GOOD LUCK buat yang mau ngambil IELTS!!!

  12. hai kak, mau tanya. Aku sekarang masih kelas 3 SMA, baru lulus bulan Juni besok, aku mau daftar kuliah di luar buat tahun 2017. Aku rencana abis lulus mau les di IALF buat persiapan tes IELTS di th 2017, tapi bingung harus ambil kelas apa disana. Kakak bisa kasih saran nggak? makasih sebelumnya

  13. Hello kak, wah terima kasih banyak untuk sharing blognya. Kebetulan saya sedang rencana untuk tes IELTS dan lagi nyari tempat preparationnya.
    Apa ada saran kak kalau lemah dalam writing dan speaking?
    Apa setelah prep di IALF merasa ada kemajuannya ga kak?
    sebelumnya saya coba belajar sendiri karena di google byk contoh soal” IELTS, tapi rasanya masih sama aja tidak ada perkembangan 😦
    Tolong sarannya kak, makasih sebelumnya

    • Halo! Waaa sama2.
      Kamu sering-sering latihan writing dan speaking sesuai waktu saat test nanti, biar jadi terbiasa.
      Dan baca2 tips and trick dari buku juga hehe. Kalo dulu aku bacanya dari buku IELTS success formula.
      Aku ngerasa setelah les di IALF cukup ada kemajuan sih. Tp tetep butuh latihan sendiri lagi setelah les.
      Semoga membantu 🙂

  14. halo kak.. aku rencana mau les juga di IALF, mau nanya2 beberapa hal:
    1.biaya les nya udh termasuk sama tes IELTS nya apa belom ya ka?
    2.kalo di kelasnya pake bahasa apa?
    3.Kalo mau fotocopy buku dan copy cd disana disediain ya ka?

  15. Halo, untuk payment confirmation via email setelah berhasil transfer kira2 brp lama ya? apakah real time atau perlu beberapa hari? Kebetulan saya sudah transfer namun blm dpt konfirmasi.Terimakasih

  16. Dear Shabrina and All
    mau nanya untuk biaya kursus di British Council kisaran berapa ya (kelas mahasiswa dan profesiona) ? Saya udah telfon langsung ke british councilnya cuman dia gak mau ngasih tau harga nya berapa, 🙂

    please let me know how much i have to pay.. hehehehe

    • Halo mba 🙂
      Hmm saya kurang tau jg mba kl untuk course di British Council biaya nya brp, sudah coba tanya2 dtg lgsg untuk ke kantornya jg blm?
      Tp mungkin ga akan beda2 jauh dr biaya course di IALF dan IDP…..

  17. Hello mbak shabrina,
    Salam kenal 🙂
    Mbak, dulu sblm ambil preparation 2 minggu itu udah ada bekal preparasi sndiri ngga? Mksd saya udah belajar IELTS otodidak mungkin, jdi dlm jangka waktu 2 minggu sbagai tambahannya.
    Lalu, apakah setelah ambil preparation, mbak shabrina langsung ambil test.nya jga setelahnya? Dan jarak brpa hari?
    Thanks sebelumnya mbak 🙂

    • Halo ☺ salam kenal yaa.
      Aku ambil test sekitar 1 bulan setelah ikut preparation course.
      Sebelum ikut course, aku gaada belajar2 sendiri sedikitpun soal IELTS. Belajar sendiri nya baru setelah ambil course ☺

  18. Halo… Salam kenal shabrina…
    Mau tanya nihh… Hasil tes IELTS itu cetak pihak IALF sendiri ato dikirim dr pusat IELTS nya gto sihh?? Soalnya dulu pernah tanya-tanya soal tes TOEFL, terus dari pihak penyelenggaranya blg klo sertifikatnya itu dikirim dari amerika. Dan sekarang waktu aku mau ikut tes IELTS jd penasaran, Klo tau tolong kasih tau dong…
    Terima kasih.

  19. Halo, salam kenal Mbak Shabrina
    Bermanfaat sekali informasinya, semoga menjadi sumber sukses selalu buat Mbak-nya.
    Saya ingin tanya, ketika sesi writing test, apakah boleh menggunakan pensil+penghapus?
    Dan bagaimana juga dengan isian listening dan reading? Pensil juga?

    Terima kasih banyak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s