How to Apply for a Visa to UK?

Standard

Halo teman-teman semua, sudah lama ya saya ga menulis, senangnya bisa menulis lagi setelah urusan tugas akhir (skripsi) dan wisuda selesai ūüôā

Banyak banget rasanya yang pengen saya ceritain, mulai dari perjalanan 10 hari saya di London, 5 hari di Bangkok dan Pattaya, dan tentang tugas akhir juga kali yaa hehe.

Satusatu dimulai dari London, yaitu permasalahan visa UK. Jadi begini ceritanya…..

Saya dan 3 teman saya (Aldy, Yuda, dan Ucup), akan berangkat ke London pada bulan Juni 2013. Saat itu adalah bulan April 2013, ketika saya mendatangi travel agent X di Bandung untuk bertanya-tanya soal visa UK.

Dari kunjungan tersebut, saya jadi tau kalau saat itu kedutaan UK di Indonesia sudah ditutup. Pembuatan visa UK untuk region Asia Tenggara akan dikumpulkan di kedutaan UK di Bangkok, jadi butuh waktu lebih lama untuk pembuatan visanya. Kemudian, travel X menjanjikan visa bisa selesai dalam waktu 2 minggu (mereka bilang 2 minggu ya, bukan bukan 14 hari kerja) dengan biaya 1.8 juta (belakangan saya baru mengetahui kalau tarif normal saat itu jika kita mengurus visa sendiri adalah 1.2 juta).

Kami berempat pergi ke London (8-16 Juni 2013) bukan untuk liburan, melainkan untuk mempresentasikan poster ilmiah kami dalam oil and gas conference, EUROPEC LONDON 2013. Expenses untuk kepergian kami akan ditanggung oleh pihak sponsor. Pihak sponsor seperti yang kita ketahui biasanya suka memberitahukan bersedia mensponsori agak mepet dengan keberangkatan. Karena itu, kami pun menjadi ragu untuk mulai membuat visa (kesalahan #1, sebaiknya buatlah visa sebisa mungkin secepatnya, sebagai jaga-jaga siapa tau visanya ditolak/bermasalah).

Mei 2013. Belum juga ada kabar dari pihak sponsor, namun kami memutuskan untuk mulai mengurus visa. H-1bulan keberangkatan (minggu-minggu awal di bulan Mei), semua persyaratan visa pun dikumpulkan melalui travel agent X. Jadwal interview visa di Plaza Asia untuk  travel agent X adalah tanggal 22 Mei (kesalahn #2, jadi makin lama aja deh prosesnya). Hmm namun berbekal iming-iming visa selesai 2 minggu, maka kami pun tidak mempermasalahkan hal tersebut, tercapai kesepakatan lah antara kami berempat dan travel agent X.

22 Mei 2013. Kami berempat pergi ke Plaza Asia untuk interview dan foto visa. Namun ternyata hari itu kami tidak melakukan interview, hanya foto saja, karena urusan interview sudah diurus oleh orang dalam dari travel agent. Biaya pengurusan visa normal seperti yang telah disebut sebelumnya adalah 1.2 juta, kami berpikir kami membayar 1.8 juta dikarenakan visa kami adalah prioritas (bukan untuk keperluan liburan).

5 Juni 2013. 2 minggu setelah¬†interview di Plaza Asia, belum ada kabar mengenai status visa kami. Tapiiii, saya lupa bagaimana caranya, akhirnya kami berempat bisa mendapat info bahwa visa kami tersebut ternyata bukanlah visa prioritas, dianggap hanya visa liburan biasa, jadi tidak bisa selesai dalam waktu 2 minggu seperti yang dijanjikan oleh travel agent X (kesalahan #3, ahhh aku kecewa….). Visa prioritas akan selesai dalam waktu 1 mingguan, dengan biaya 2.6 juta (biaya dari¬†travel agent lain). Duh nyesel banget deh kita berempat, bayar lebih mahal tapi begini jadinya pfffft.

Jumat, 7 Juni 2013, (supposed to be) hari keberangkatan. Ketiga teman saya yang mana adalah cowok semua pun ‚Äėnongkrong‚Äô di Plaza Asia dan mendesak orang disana untuk segera mencari paspor-paspor kami dalam tumpukan kiriman paspor dan visa yang datang dari Bangkok. Dalam 1 hari, ada 3 kali jadwal kedatangan paspor: pagi, siang, dan sore. Paspor kami tidak ada dalam berkas-berkas yang datang pada pagi hari, di berkas siang hari pun tidak ada. Berkas sore hari, seharusnya baru dibuka dan diurus pada hari berikutnya, namun karena ketiga teman saya mendesak-desak, akhirnya pegawai Plaza Asia setuju untuk membukanya, dan mencari paspor kami. Alhamdulillaaaaah, adaaaaa!

Saya dikabari oleh teman saya bahwa visa kami sudah ada, maka saya pun segera bersiap menuju bandara, karena kami akan naik penerbangan Emirates CGK-DXB 8 Juni 2013 dini hari, dilanjutkan degan penerbangan DXB-LHR. Alhamdulillah ya Allah, terimakasih, walupun deg-degan banget nunggunya….

Dari pengalaman ini, mungkin banyak yang bisa dijadikan pelajaran untuk saya dan teman-teman juga. Kesalahan-kesalahan yang saya lakukan¬†jangan sampai terjadi pada kita semua untuk ke depannya. Sebisa mungkin, uruslah visa kita kemanapun kita akan pergi, sejak jauh-jauh hari ūüôā

Pada postingan selanjutnya saya akan berbagi pengalaman selama saya 10 hari berada di negerinya Ratu Elizabeth ūüėÄ

see you!

Advertisements

About SHABRINA

Bonjour tout le monde! Je m'appelle Shabrina. Je suis géologue. Actuellement, j'habite à Jakarta. J'adore voyager, faire du sport, manger, regarder les films et la télé, écouter de la musique, et expérimenter une nouveauté. Enchanté!

One response »

  1. Pingback: How to Apply a Visitor Visa to the Australia? | my stories

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s