Ujung Genteng: 8 Jam untuk 1 Malam

Standard

Tulisan ini dibuat untuk mengenang teman kami yang telah pergi mendahului kami semua, selamat jalan Tegar Anindito, semoga tenang di sana…….

Di suatu hari di bulan Mei 2011, saya, Oli, Tian, Tegar, Angga, Rio, dan Isnan merencanakn untuk berlibur 1 malam saja, karena budget paspasan hehe. Dipilihlan tujuan liburan ini, yaitu Ujung Genteng.

Dengan berbekal avanza silver sewaan dari rental (seharga 250 ribu kalau tidak salah), kami pun berangkat meninggalkan parkiran Seni Rupa ITB pagi-pagi, setelah sarapan bersama terlebih dahulu.

Digital Camera

Perjalanan menuju Ujung Genteng ini sangatlah lamaaaaa. Separuh akhir perjalanan pun harus melalui jalanan jelek berlubang dan berkelok-kelok tajam. Tian yang tingginya hampir 2 meter pun menyupir avanza silver menuju ke Ujung Genteng, supaya sedikit menghemat tempat di dalam mobil 😀

Perkotaan, pedesaan, pegunungan, hutan-hutan sudah kami lewati selama berjam-jam. Jalanan yang kami lalui ini lebih cocok jika tujuan akhir kami adalah Puncak, bukan pantai haha. Isnan dan saya pun mulai mabok, pusing-pusing, mual huaaa.

Sebetulnya banyak pemandangan bagus di sepanjang perjalanan, mungkin seharusnya kami berhenti sebentar untuk berfoto-foto, baru melanjutkan perjalanan. Akan tetapi rasa ingin main di pantai itu sudah tidak tertahan lagi, maka mobil pun terus melaju.

Setelah 6 jam dalam perjalanan, kami mulai merasa lapar. Cemilan yang dibeli di Bandung sudah habis, maka kami memutuskan untuk berhenti sebentar, makan bakso.

Digital Camera

Digital Camera

Perjalanan pun dilanjutkan, dan entah kenapa daritadi masih gunung-gunung aja pemandangannya bukan pantai. Jalanan menanjak terus terus terus, sampai di suatu puncak ketika kami memandang ke bawah yang tampak adalah pantaiiiiiii! Yey kita sampai juga di Pantai Ujung Genteng.

Mobil diparkir, semuanya langsung lari-lari berhamburan ke air, celup-celup kaki, main-main air, foto-foto. Baru sebentar kami bersenang-senang di air, matahari sudah mulai tenggelam. Cantik banget sunsetnya. Maka kami pun duduk-duduk di tepian pantai sambil menyaksikan tenggelamnya matahari dan dilanjutkan dengan foto-foto lagi.

Digital Camera

247128_10150211422011450_810001449_7139825_1414696_n

Hari sudah gelap, penginapan belum dapat. Atas bantuan teman kami yang sudah terlebih dulu tiba, maka akhirnya kami berhasil menemukan sebuah bungalow seharga 150 ribu per malam. Bungalow ini terdiri dari 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, dan 1 kamar mandi. Setelah semuanya mandi, maka kami pun berangkat untuk makan malam di rumah makan setempat. Menu makan malam hari ini adalah ikan bakar (sebetulnya harga di rumah makan ini tergolong jauh mahal jika dibandingkan dengan teman kami yang membeli ikan di pasar ikan dan memasaknya sendiri). Sedaaaap sekali, kasian isnan tapi ga bisa makan ikan….

ikan bakar

Selesai makan, kami mengunjungi pantai tempat penyu-penyu raksasa bertelur. Pantainya sangat gelap, supaya induk penyu merasa tenang bertelur di sana. Kami menunggu induk penyu datang…… Kemudian mereka akhirnya bertelur, lama juga ya ternyata. Setelah selesai bertelur, kami foto-foto dulu sama sang induk. Kemudian kembali ke bungalow.

blog ug1

Sesampainya di bungalow kami segera tidur karena besok pagi-pagi sekali kami akan bangun untuk melihat sunrise. Angga dan Rio tidur di 1 kamar, Tegar di kamar lainnya, sementara saya, Oli, Isnan, dan Tian tidur di ruang tamu……

“Ooooooooo, oooooooooo”, begitulah kira-kira suara alarm hp Tian di pagi hari. Bunyi terus sampai 10 kali mungkin, tapi si empunya tidak tergerak sedikitpun. Karena saya adalah orang yang paling dekat tidurnya dengan Tian, maka saya harus bangun berkali-kali untuk mematikan alarm tersebut zzzzzz.

Pukul 06.30 saya bangun betulan, bukan karena alarm hp Tian seperti sebelum-sebelumnya, lalu saya membangunkan Oli, “li, udah terang, ga jadi liat sunrise deh”. Jalan-jalan melihat sunrise pun digantikan dengan jalan-jalan pagi bersama Angga, Rio, dan Oli di pantai sekitaran bungalow, dan foto-foto lagi.

blog ug2

Kembali ke bungalow untuk mandi pagi, ternyata Tegar dan Tian belum bangun 😀 Setelah semuanya mandi, kami sarapan dengan roti yang dibawa dari Bandung. Kemudian kami cus ke air terjun (lupa namanya). Setelah bayar-bayar (per orangnya sekitar 20 ribu), kami naik perahu melewati sungai menuju ke air terjun.

blog ug3

248876_2033659051300_1538885155_2260205_3378968_n

248156_10150211431591450_5317078_n

Berenang sampai puas di air terjun, tetapi tidak bawa baju ganti. Alhasil saya dan Oli pulang dengan basah-basahan haha. Perut lapar setelah berenang, kami mampir dulu di warung bakso. Bakso nya dewaaaaa, enak banget rasanya, murah lagi. Masing-masing dari kami pun makan 2 mangkok. Selanjutnya kami berniat untuk mampir ke Tanah Lot nya Ujung Genteng, akan tetapi dibatalkan karena badan ini rasanya sudah sangat gatal, jadi kami langsung pulang ke bungalow.

Sampai di bungalow, kami mandi, bersih-bersih dan siap-siap untuk pulang hiks. Sebelum pulang, kami mampir dulu di pantai yang sama dengan semalam untuk bermain-main dengan bayi penyu. Lucu banget bayi-bayi penyu.

249333_10150211431826450_6280747_n

254976_10150211436171450_1173988_n

Tegar (baju biru) di tengah-tengah kita :”)

250578_10150211436356450_3166343_n

Ayo ade-ade penyu kita berlomba siapa cepat sampai di pantai. Di pantai ini, sunsetnya baguuuuuuus banget. Lebih bagus dibandingkan pantai yang kemarin. Maka kami pun foto-foto lagi.

250080_10150211438536450_6023052_n

246759_10150211438926450_3047858_n

Kemudian kami kembali ke bungalow untuk mengambil barang-barang kami, membayar sewa, dan foto untuk terakhir kalinya dengan bungalow. Pamitan sama teman kami yang akan pulang besok di bungalow sebelah 😩

254397_10150211440796450_4648169_n

Kali ini formasi duduknya agak berubah, yang menyupir pun Isnan bukan Tian. Kami semua tertidur dalam perjalanan pulang. Bangun-bangun sudah sampai di Bandung pada waktu hampir subuh, maka kami pun memutuskan untuk early breakfast di KFC Merdeka. Kemudian kami pulang ke kosan masing-masing……

Semoga kapan-kapan kita bisa pergi sama-sama lagi 🙂

Advertisements

About SHABRINA

Bonjour tout le monde! Je m'appelle Shabrina. Je suis géologue. Actuellement, j'habite à Jakarta. J'adore voyager, faire du sport, manger, regarder les films et la télé, écouter de la musique, et expérimenter une nouveauté. Enchanté!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s