Almaty, Kazakhstan (part 1)

Standard

Kazakhstan. Tidak pernah terpikir sama sekali untuk menginjakkan kaki di negara ini. Kenapa? Jauh banget, aman ga ya negara pecahan soviet ini, kedubesnya ada atau ga di Indonesia? Apalagi?

Sampai pada suatu hari, saya melihat di web EAGE (European Association of Geoscientist and Engineering) ada call for paper untuk acara KazGeo 2012 di Almaty, Kazakhstan, 29-31 Oktober. Note! Buat yang ingin publish paper and go internatonal, you can check EAGE website for more information. There are a lot of events, you can submit your paper to the event which has suitable topics with your paper. Karena menurut saya, tidak terlalu susah sepertinya kesempatan bagi mahasiswa untuk bisa presentasi di conference-conference EAGE ini, lumayan kan nambah-nambah panjang CV hehe.

Iseng-iseng saya submit paper dari tugas referat Inggris saya. Mata kuliah referat ini seperti simulasi seminar yang ditonton oleh dosen-dosen dan teman-teman geologi 2009. Lamaaaa banget tidak ada kabar dari panitia, bahkan saya sampai lupa kalau saya submit paper ke acara ini. Tiba-tiba di pertengahan bulan Agustus, saya mendapat email dari panitia KazGeo 2012 yang menyatakan bahwa paper saya diterima dan paper yang akan dipresentasikan dalam bentuk poster ini mendapat jadwal presentasi tanggal 30 Oktober. Yeay!

Senang dan semangat banget mencari-cari informasi ini-itu tentang Almaty. Tak lupa mulai meminta sponsor pertama kali kepada panitia acara hehe, alhamdulillah mereka bersedia menanggung biaya penginapan selama kami berada di Kazakhstan.

Urusan penginapan selesai, saya dan Aldy (yang papernya ditterima juga di KazGeo 2012) mencari-cari harga tiket Jakarta-Almaty. Dan woooow mahal banget, 20 jutaan! Hmmm jadi berangkat ga ya ini…….

Akan tetapi kita tetap bersemangat dan berusaha, urusan uang 20 jutaan dipending dulu, sekarang utamakan visa. Karena kalau ada uang, tidak ada visa sama saja bohong kan hehe. Maka kami berdua pun mencari-cari info tentang Kedubes Kazakhstan di Indonesia, ada di mana ya? Dan hasil pencarian mengatakan bahwa kedubes Kazakhstan tidak ada di Indonesia. Whaaaat?! Belakangan kami mengetahui bahwa sebenarnya Kazakhstan baru saja membuka kedubes di Jakarta, akan tetapi karena masih baru, kedubes ini belum bisa melayani pengurusan visa, kalau mau mengurus harus ke Malaysia. Yakali deh…..

Kami pun terus mencari cara, sampai akhirnya kami menemukan link yang katanya menyediakan jasa pengurusan visa ke Kazakhstan. Alhamdulillah….. Kami pun segera mengirim email kepada mereka. Akan tetapi, singkat cerita, mereka tidak bisa membatu kami. Hiks.

Di tengah kebuntuan akan visa, tiba-tiba kami teringat lagi akan uang 20jutaan untuk tiket pesawat, harus mencari di mana ya kami? Karena itulah, di tengah-tengah tumpukan tugas-tugas kuliah, UTS, dan poster dari paper kami yang belum dibuat sama sekali, kami pun membuat proposal permohonan dana dan mengajukannya kepada BPMigas (sekarang namanya SKKMigas…) dan Chevron. Chevron langsung menolak, karena pengajuan proposal untuk acara semacam ini harus lebih dari 2 bulan sebelum keberangkatan, sementara ini sudah akhir September (sebulan lagi, akhir Oktober, kami akan berangkat). BPMIGAS pun tak ada kabar. Makin desperate…

Iseng-iseng banget suatu hari nge-googling apakah kedubes Indonesia ada atau tidak di Kazakhstan? Eeeh ternyata ada, ada email kontakya juga. Kami mengirim email mohon bantuan beserta semua persyaratan pengurusan visa kepada mereka dan mereka bersedia untuk membantu. Weird case, minta visa dari negara tujuan hahaha.

Tiket. Bagaimana ya ini tiket? Bingung. Maka kami pun bertanya kepada salah seorang dosen kami, yaitu Pak Erwin (terimakasih ya Pak 🙂 ) dan kami direkomendasikan untuk menghubungi Bu Ochie (orang travel langganannya Pak Erwin). Akan tetapi Bu Ochie juga bingung, karena belum pernah melayani klien dengan tujuan penerbangan ke Almaty. Dang!

Yayaya tanggal 28 Oktober (tanggal rencana keberangkatan) comes closer, posternya dulu deh dibikin. Walaupun belum tentu berangkat yaaa dibikin dulu aja, siapa tahu berangkat. Tapi ini dalam hati sudah ikhlas banget tidak jadi berangkat. Terlebih, visa dari kedubes Indonesia di Kazakhstan pun tidak dikirim-kirim.

10 hari sebelum tanggal 28 Oktober. Ada email masuk. Dan taraaaa….. email dari kedubes Indonesia dengan attach surat pengantar visa dalam 3 bahasa (Indonesia, Inggris, dan Rusia) untuk ditukar dengan visa on arrival sesampainya kami di bandara Almaty nanti. Alhamdulillah, ayo lah semangat mencari tiket dan menyelesaikan poster 🙂

1 minggu sebelum tanggal 28, Bu Ochie mengabarkan bahwa beliau menemukan tiket dengan harga murah untuk keberangkatan ke Almaty, akan tetapi kami harus berangkat tanggal 26 Oktober dan transit di Abu Dhabi selama 10 jam. Yasudahlah, penginapan kan ditanggung oleh panitia dan resiko pertransitan ini kuterima demi Almaty hehe. Kami pun segera membeli tiket di Bu Ochie dengan menggunakan uang pribadi (mau bagaimana lagi, tidak ada sponsor, terimakasih banyak Mama dan Ayah, I love youuu)

2 hari sebelum tanggal keberangkatan baru (26 Oktober), poster sudah diprint yeay! Kemudia tiba-tiba saya dihubungi oleh Pak Lolo (orang BPMigas), kami diminta untuk mengirimkan surat dari fakultas kepada BPMigas agar dana bantuan (reimbursed) bisa segera diurus. Alhamdulillah ya Allah untuk semua akhir yang indah ini. Terimakasih juga untuk mama dan ayah.

Akhirnya….

Pada tanggal 26 Oktober 2012, saya dan Aldy, diantar oleh kedua orang tua masing-masing ke Bandara Soekarno-Hatta untuk berangkat menuju Almaty, Kazakhstan dengan pesawat Etihad yang berangkat pada  pukul 18.45.

Loh kok ga ada cerita tentang Kazakhstan nya? Sabar sabar, tunggu cerita selanjutnya yaa 😉

Advertisements

About SHABRINA

Bonjour tout le monde! Je m'appelle Shabrina. Je suis géologue. Actuellement, j'habite à Jakarta. J'adore voyager, faire du sport, manger, regarder les films et la télé, écouter de la musique, et expérimenter une nouveauté. Enchanté!

3 responses »

  1. Oh Terima kasih sekali..
    Tulisan anda ini mungkin dapat membantu
    Saya ,krn saat ini saya sedang di Almaty
    Untuk bertanding . Tapi kami tidak bisa minta
    VOA dgn Surat yg kami bawa ..
    Krn ternyata Surat itu menulis Bahwa saya
    Harus apli visa itu Dari Singapura (karena Surat itu berbahasa Kazak)
    Hope I’m not late for weight in today ,,

  2. Pingback: Almaty, Kazakhstan (part 2) | my stories

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s